Ketika Rasa, Ego, Logika, dan Fkiran, berdebat di ujung malam, tak kuat memendam semua itu, lalu datang seseorang yang berwajah manis.
Senyuman indah, pakain setengah badan, dengan rambut blondenya menghampiri diriku yang sedang di perebutkan oleh rasa, ego, logika, dan fikiran.
Sesekali memperlihatkan isapan-isapan derita kepadanya. Mas foto dong ucap si blonde dengan senyuman manis, seakan-akan memanah dan menusuk tatapan matanya padaku yang sedang penuh debat ini.
Rasa-rasanya ingin kumiliki (si b) sementara logika mendebatnya, katanya "Dia bukan orang baik baik". Ego pun turut memaksa untuk mengabaikannya.
Namun berbeda dengan jiwa yang rapu ini, hanya karena setengah lirikan tawa dan candanya, sungguh godaan blonde benar-benar dahsyaat (laa raeba fiihi)
Ia mampu menentramkan hati, dan ketika perdebatan di menangkan, seketika itu dunia berbalik arah 180 derajat menikmati waktu bersamanya dengan Kopi Manis tanpa Gula.
___________________
Takdir Muhammad
Post a Comment for "Kopi Manis"