Ketika Kamu sedang sendiri tanpa merasa kesepian, maka saat itulah kamu bersamanya dalam selimut ilahi.
Di ujung keramaian, di atas teras rumah, pengalaman itu muncul ketika Kamu tak lagi disisiku. Tanpa nuansa sehat, dimensi lain muncul, dunia fana lenyap seketika, mata tak mampu merekam, fikiran terdiam sesaat, rasa tak lagi bernilai, emosi mendingin -30 derajat (membeku), cuaca tak mampu di ukur, dan kopi pun tak dapat lagi terukur.
Maka saat itu adalah benar dan sungguh kesendirian tak mampu lagi diobati dengan gemerlap kilau yang diperebutkan, angka yang diagungkan, dan singgasana yang dimegahkan.
Dua belas jam berlalu akhirnya keadaan berbalik mengingatkan bahwa kopi hitam adalah rindu yang menyesatkan jiwa, seketika itu suara ayam berkokok tandanya tiba waktu sholat subuh...
___________________
Takdir Muhammad
Post a Comment for "Rindu itu Pahit"